pRedAtOR_MIO

12 April 2009 at 3:35 am (Uncategorized)

Predator Yang Seram Namun Menggemaskan
local

M. Yusuf with The Bike
Pernahkah anda membayangkan sebuah makhluk predator yang sungguh menakutkan itu ? Jika anda tidak sanggup membayangkan wajahnya karena ketakutan, ada baiknya anda melakukan sebuah terapi untuk mengurangi rasa takut anda jika berhadapan dengan makhluk yang seperti itu. Namun jika predator itu sebuah konsep modifikasi pada kendaraan roda dua, sepertinya anda tidak perlu untuk pergi ke seorang psikiater untuk mengobati rasa takut anda yang mendalam tentang sebuah makhluk predator. Yang terjadi mungkin anda semakin gemas melihat wajah predator itu dari dekat dan sedekat mungkin. Pasalnya predator kali ini, termasuk dalam ketegori predator terganas namun ternyata sangat menggemaskan. “Mio Predator” begitulah ia dinamakan oleh Muh. Yusuf sang empunya.

Biar bagaimana pun juga, predator yang satu ini memang sangat menggemaskan. Walaupun mengusung konsep garang dengan tampilan full sound system yang sangat wah, dengan bentuk-bentuk wajah predator di seluruh bagian bodinya, tetap saja membuat orang justru mendekat dan tidak takut dengan gigitannya. Namun jangan salah, konsep predator ternyata bermaksud lain. Untuk event kontes modifikasi Djarum Black Motodify yang berlangsung di kota Samarinda pada 8 – 9 September 2007 ini, mengangkat konsep tersebut untuk memuntahkan lawan-lawan sejenisnya yang juga mengusung konsep modifikasi ekstrim.

oc
“Saya waktu itu tidak pernah berpikir untuk membuat konsep kendaraan yang tidak dapat digunakan, walaupun mengusung aliran daily use, namun konsep yang saya terapkan tidak bisa dilihat dari sebelah mata saja. Memang konsepnya menggunakan konsep hubbles atau konsep tanpa jari-jari, namun tetap saja Yamaha Mio Predator ini mampu melaju di jalan raya atau jalan umum,” ungkap lelaki yang akrab disapa dengan Yusuf ini.

Aplikasi beberapa item seperti sound system yang wah, graphic airbrush yang ciamik, serta bentuk-bentuk cetakan yang pas, memang sudah sangat mewakili potongan sebuah makhluk predator yang sangat buas itu. Namun disamping itu semua terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, mulai dari proses pembuatan dan bahan-bahan yang digunakan untuk proses modifikasi. “Jika anda berbicara tentang modifikasi, tentunya anda akan memikirkan bagaimana sebuah konsep dapat diwujudkan. Dan hal yang biasanya dibicarakan adalah bahan atau produk yang akan diaplikasikan pada bagian yang akan dimodifikasi. Yang kedua adalah asal bahan yang akan digunakan, apakah ia produk limbah atau produk baru yang juga dapat dijumpai di toko-toko aksesoris lokal. Dan yang saya pilih kali ini adalah produk lokal yang tentunya mempunyai kualitas bagus,” papar Yusuf.

m
Pemilihan bahan lokal yang dilakukan oleh Yusuf terhadap Mio Predator kali ini, ternyata hasilnya sangat bagus. Bahkan sebagian besar orang menganggap bahwa penerapan konsep tersebut dilakukan di luar daerah Kalimantan Timur. Namun percaya atau tidak inilah sosok Mio Predator yang berperawakan garang namun menggemaskan. Pada bagian ruang kaki, Mio Predator ini menempatkan sound systemnya yang wah. Namun bukan hanya menempatkannya begitu saja, bentuk cetakan tempat untuk memasang sound system tersebut sengaja dibentuk mengikuti konsep predator.

“Jadinya memang agak lebar mas, namun tentunya saya tidak mengabaikan faktor kenyamanan bagi orang yang mengendarainya. Sebab motor ini memang khusus dibuat untuk dapat berjalan sesuai dengan fungsinya masing-masing,” pungkasnya kemudian.

Hhmmm… jadi buat apa anda harus takut dengan predator yang satu ini ?, justru lebih menggemaskan bukan ? [ahmad.g/timABT]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: